Aku pulang larut malam dan duduk termenung. Sudah hampir jam 11 malam, dan udara musim dingin di luar jendela terasa sangat dingin dan menusuk. Sebenarnya, dalam perjalanan pulang kerja tadi, aku melihat siluet di kejauhan yang sangat mirip dengan mantanku. Hatiku langsung sedih, dan meskipun aku tahu itu hanya orang yang lewat, aku berdiri di sana untuk beberapa saat. Kupikir aku sudah melupakannya, tetapi sebagian hatiku masih terasa dingin seperti embun beku... Ini benar-benar membuatku menyadari kenyataan. Begitu sampai di rumah, aku melihat ke cermin dan wajahku sama kusam dan tak bersemangatnya seperti hatiku. Berdiri di tengah angin dingin membuat kulitku terasa lebih sensitif, jadi aku mengeluarkan Meladuse Ampoule yang selama ini kupakai. Teksturnya yang lembut dan halus terasa seperti tepukan lembut di kulitku, dan itu sangat menenangkan bagiku saat ini. Rasanya menyatu sempurna dengan udara malam yang merdu saat meresap. Alih-alih menutupi setiap noda, kilau lembut yang mencerahkan kulitku yang kusam dan lelah ini terasa sangat berharga hari ini. Besok, aku akan bangun dengan wajah yang lebih bersih dan hati yang lebih kuat. Di malam seperti ini, aku benar-benar bersyukur atas permata kecil ini yang dengan tenang membelai kulitku.