Kebiasaan menjaga vitalitas di musim dingin ditemukan melalui percakapan hangat dengan orang tua.
Di luar terasa dingin menusuk hidung, tetapi di dalam rumah, suara lembut orang tua saya memenuhi udara dengan kehangatan. Setelah makan malam lebih awal, saya duduk di ruang tamu bersama mereka, mengobrol tentang berbagai hal, dan waktu sudah lewat pukul sembilan. Di tengah percakapan kami, ibu saya memperhatikan kulit wajah saya dan berkata bahwa ia khawatir wajah saya terlihat sangat lelah akhir-akhir ini. Ketika saya melihat ke cermin, saya menyadari bahwa kulit saya kusam dan kurang cerah, mungkin karena angin dingin musim dingin dan pemanas ruangan. Hal itu membuat saya menyadari bahwa hanya mengoleskan lapisan krim yang bagus saja tidak cukup. Jadi akhir-akhir ini, saya fokus pada rutinitas yang memprioritaskan kesehatan batin saya. Daripada memaksakan diri untuk melakukan apa pun, saya mencoba minum banyak air hangat setiap hari dan rajin mengonsumsi suplemen nutrisi dan produk perawatan kulit yang sering terlupakan. Saya percaya bahwa perawatan rumahan yang sebenarnya terletak pada membangun kesehatan dari dalam ke luar, daripada berfokus pada penampilan luar. Aku berbagi beberapa hal yang telah kuurus dengan orang tuaku akhir-akhir ini, dan senyum syukur mereka memenuhi hatiku dengan perasaan yang mengharukan. Sekarang, aku berencana untuk menghabiskan sisa malam ini dengan tenang merawat diriku sendiri. Kuharap semua orang memiliki malam yang damai dan tenang, bahkan di musim dingin yang kering ini.