Perbedaan dan Rekomendasi Antara Tabir Surya Anorganik dan Organik
Perawatan pemutih kulit tidak hanya diperlukan saat musim panas. Bahkan, musim dingin adalah waktu terbaik untuk memiliki kulit putih. Ini karena indeks UV relatif rendah dan kulit memiliki banyak waktu untuk beregenerasi. Hal pertama yang saya lakukan dalam perawatan pemutih kulit yang saya fokuskan di musim dingin adalah mengoleskan ampul vitamin C setiap malam. Karena bahan ini mudah teroksidasi saat terpapar sinar matahari, penggunaannya lebih aman di malam hari.
Yang kedua adalah menjaga kulit tetap terhidrasi. Saat kulit kering, kulit akan terlihat kusam dan kurang cerah. Kulit perlu terhidrasi agar cahaya terpantul secara merata, sehingga kulit terlihat cerah dan putih. Oleh karena itu, setelah menggunakan produk pemutih, selalu oleskan krim pelembap yang sangat melembapkan untuk mengunci kelembapan. Kulit yang lembap membantu bahan-bahan pemutih terserap lebih baik.
Yang ketiga adalah menggunakan masker pemutih seminggu sekali. Masker yang tersedia secara komersial memang bagus, tetapi menggunakan masker yang terbuat dari bahan alami seperti susu atau bubuk biji-bijian lebih tidak menyebabkan iritasi dan memiliki efek mencerahkan secara instan. Saya sangat suka menggunakannya karena asam laktat dalam susu dengan lembut mengangkat sel-sel kulit mati dan memiliki efek mencerahkan. Mungkin ini hal kecil, tetapi jika Anda melakukannya secara konsisten, Anda akan benar-benar melihat hasilnya.
Tips lainnya adalah jika Anda lengah dan tidak menggunakan tabir surya karena musim dingin, sinar UV yang memantul dari mata Anda sebenarnya dapat membuat bintik-bintik di wajah Anda menjadi lebih gelap, jadi berhati-hatilah. Jangan lewatkan kesempatan ini dan berusahalah untuk memiliki kulit yang bercahaya saat musim semi tiba. Warna kulit yang bersih dan cerah tidak akan tercapai dalam semalam, tetapi usaha yang Anda lakukan selama musim dingin tidak akan pernah mengecewakan Anda.