Kondisi kulitku di bawah terik matahari musim dingin, kenyataannya memang dingin.
Angin di luar begitu tajam hingga menusuk hidungku, tetapi sinar matahari musim dingin yang menerobos jendela besar kafe terasa begitu hangat. Aku sedang beristirahat dari pekerjaan, melamun, ketika karyawan paruh waktu yang membawakan kopi ternyata sangat tampan. Itu adalah pengalaman yang tak terduga dan menyegarkan mata, serta benar-benar mengubah suasana hatiku. Namun, kesenangan kecil itu hanya berlangsung singkat, dan ketika aku melihat ke cermin dan melihat kulitku yang terpapar sinar matahari, aku langsung teringat akan kenyataan. Karena aku sudah berusia tiga puluhan, salah satu kekhawatiran terbesarku adalah bintik-bintik hitam. Aku sedikit mengurangi perlindungan UV-ku di musim dingin, dan area di sekitar mataku tampak lebih gelap. Warna kulitku tidak terlalu cerah, jadi bahkan noda terkecil pun dapat membuat seluruh wajahku terlihat kusam. Jadi, baru-baru ini aku mulai menggunakan produk perawatan kulit yang bereputasi baik. Aku tahu terlalu berlebihan untuk mengharapkan efek laser yang dramatis, jadi aku rajin menggunakannya, berharap tidak akan menjadi lebih gelap dari yang sudah ada. Saya memeriksa kulit saya setiap hari setelah mencuci muka untuk memantau kondisi kulit saya, dan hari ini tepat 15 hari. Sejujurnya, noda di wajah saya belum terlihat hilang sepenuhnya, tetapi tekstur dan warna kulit secara keseluruhan terasa sedikit lebih merata daripada sebelumnya. Ini musim dingin yang kering, jadi saya tidak bisa mengabaikan pelembapan, jadi saya telah menggunakan berbagai produk pelembap, dan hasilnya benar-benar terlihat, jadi saya merasa lega. Mulai besok, saya harus lebih berhati-hati bahkan saat duduk di dekat jendela yang terkena sinar matahari. Kalian semua tahu betapa menakutkannya sinar matahari musim dingin, kan? Jika kalian khawatir tentang noda di wajah seperti saya, jangan lengah dan mari kita terus merawatnya bersama-sama.