Saya berjanji untuk merawat pori-pori dan kerutan kulit saya selama musim dingin.
Dalam keheningan malam musim dingin, saya merenungkan hari itu, mengatur foto-foto yang saya ambil di sebuah kafe tempat makan siang bersama seorang teman. Saya sangat senang telah mengabadikan foto yang benar-benar berkesan di tempat yang menakjubkan, tetapi ketika saya memperbesar gambarnya, saya memperhatikan tekstur kulit saya yang kasar, tersembunyi di balik riasan. Melihat sedikit pudarnya riasan di sekitar dagu dan hidung saya, saya menyimpulkan bahwa ini bukan sekadar masalah kekeringan. Di musim dingin, dengan perbedaan suhu yang dramatis antara di dalam dan di luar ruangan, metabolisme kulit kita cenderung melambat, sehingga sangat penting untuk dengan teliti menghilangkan kotoran dan sel kulit mati yang menumpuk di permukaan. Saya teringat akan pentingnya memprioritaskan dasar yang halus dan merata untuk penyerapan essence yang bergizi sebelum mengaplikasikannya. Seiring bertambahnya usia, dasar yang bersih dan merata, yang dipupuk melalui kebiasaan sehari-hari yang disiplin, tampaknya lebih ampuh daripada riasan yang rumit. Malam ini, daripada menggunakan perawatan yang rumit, saya akan meluangkan waktu untuk dengan tenang memperbaiki tekstur kulit saya untuk kulit yang sempurna besok.