Bau bungeoppang di musim dingin terasa lebih menyengat daripada kesedihan karena tidak punya uang.
Deru mesin bus pulang kerja sudah mulai terdengar, dan cuacanya sangat dingin. Saat hendak pulang kerja, saya mencium aroma bungeoppang (roti berbentuk ikan) di pojok jalan. Otak saya mengatakan bahwa saya harus membelinya, tetapi yang ada di saku saya hanyalah ponsel dan kunci mobil. Antriannya terlalu panjang untuk menanyakan transfer bank, jadi saya menganalisis situasi dan langsung berbalik. Kenyataan pahit menghantam saya dengan keras, dan jantung serta pipi saya terasa seperti akan meledak. Menggigil kedinginan, saya sampai di rumah dan melihat ke cermin. Kulit saya, yang seharusnya kenyal seperti adonan bungeoppang, kendur karena angin dingin, dan itu cukup terlihat. Karena perut saya belum kenyang, saya memutuskan untuk setidaknya merawat wajah saya, jadi saya dengan tekun mengikuti rutinitas perawatan di rumah. Biasanya, saya hanya mencuci muka, memakai riasan cepat, dan berbaring, tetapi hari ini, saya memakai riasan yang lebih tebal dan memijat wajah saya untuk mengangkat beberapa kulit yang kendur. Meskipun hidrasi itu penting, saya semakin menyadari kebiasaan gaya hidup yang menantang gravitasi yang sangat penting seiring bertambahnya usia. Sama seperti roti berbentuk ikan yang paling enak jika diisi dengan krim sus, bukankah kulit kita juga harus kencang dari dalam untuk mendapatkan kilau yang lembut? Daripada melewatkan roti berbentuk ikan hari ini, saya berharap wajah saya lebih kenyal besok pagi. Pastikan Anda membawa uang tunai dan ingatlah untuk merawat kulit Anda.